Makan Bajamba, Tradisi yang Penuh Filosofi


Makan Bajamba bagi warga masyarakat Lima Puluh Kota sudah menjadi tradisi yang tetap dijaga. Bukan hanya sekedar makan bersama dalam sebuah nampan besar. Lebih dari itu, tradisi ini sangat penuh akan filosofi.

Makan Bajamba sebenarnya bertujuan untuk memperkuat Ukhuwah Islamiah antar warga. Makan Bajamba mengandung arti apa yang ada itu yang dimakan bersama-sama serta mengurangi rasa tamak akan sesuatu.
Makan Bajamba, Tradisi yang Penuh Filosofi

Tradisi Makan bajamba tidak hanya populer di daerah Lima Puluh Kota saja. Daerah-daerah lain di Sumatera barat lain seperti Bukittinggi, Tanah Datar, Pariaman, Padang, pesisir Selatan, Pasaman dan lainnya juga tetap mempertahankan Mtradisi Makan Bajamba ini.

Makan Bajamba tidak hanya sekeder makan tanpa aturan. Sebenarnya saat makan Bajamba ada aturan meskipun tidak mengikat.

Aturan-aturan Makan Bajamba:

  1. Memposisikan satu kaki ditegakkan merapat ke ketiak
  2. Satu jamba atau nampan dinikmati 4-5 orang
  3. Bagi peserta yang sudah kenyang, boleh keluar barisan dan diganti orang lain.
Demikianlah aturan makan bajmab meskipun tidak Wajib.
Jika Kamu masih ingin mencari artikel lainnya, silakan gunakan fitur pencarian yang ada pada blog ini:



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Makan Bajamba, Tradisi yang Penuh Filosofi"

Post a Comment

=> Silakan Berkomentar Sesuai Artikel yang Dibaca
=> Komentar yang Tidak Sesuai Tidak Akan Dipublish