Perilaku Menyimpang Itu Seperti Apa?

Seperti yang kita ketahui bersama, kisah-kisah mengenai perilaku menyimpang sering kita dengar melalui TV atau Media Sosial. Misalnya, kejahatan seksual dibawah umur, pemerkosaan, obatan terlarang, pembunuhan perampokan, penyalahgunaan narkotika serta kejadian-kejadian lainnya yang tidak sesuai dengan aturan yang ada dalam masyarakat.

Hal-hal tersebut tentu membuat gelisah masyarakat sehingga membuat kenyamanan dalam bersosialisasi sangat terganggu. Rasa iba kepada korban yang menderita hingga rasa kesal terhadap pelaku sangat mempengaruhi masyarakat.
Perilaku Menyimpang Itu Seperti Apa?
Tindakan-tindakan yang mengakibatkan munculnya kegelisahan itu merupakan bentuk tindakan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yag berlaku di masyarakat dan disebut dengan penyimpangan (devaince).

Menurut Robert M.Z Lawang,
Penyimpangan Sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang atau abnormal.
Menurut William Kornblum,
Penyimpangan Sosial adalah kelakuan atau tingkah laku yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dimasyarakat.
Penyimpangan Sosial merupakan sebuah topik yang sangat kontroversial karena sering terdapat pertentangan, tidak hanya tentang perilaku seperti apa yang dapat dikategorikan sebagai penyimpangan, tetapi juga perilaku menyimpang seperti apa yang harus dihukum keras atau dihukum ringan.

Menurut, Kai Erikson:
Tindakan-tindakan yang membuat seseorang masuk penjara bisa saja dianggap sebagai tindakan yang luhur bagi pihak lain karena penilaian mereka terhadap tindakan itu tergantung pada keadan dimana tindakan itu dilakukann dan reaksi dari orang yang melihatnya.
Oleh sebab itu, apa yanng disebu dengan penyimpangan merupakan hal yang relatif, yaiu bahwa suatu tindakan dapat dianggap sebagai tindakan menyimpang apabila masyarakat menilai tindakan itu merupakan perilaku menyimpang.

Perilaku menyimpang tidak melekat pada perbuatannya, tetapi bergantung pada kondisi dan situasi tertentu.
Misalnya, seorang tentara yang menembak mati musuhnya pada suatu peperangan maka akan dianggap pahlawan. Akan tetapi, jika seorang tentara menembak orang lain dalam kondisi damai, maka akan dituntut di peradilan sesuai hukum yang berlaku.
Jika Kamu masih ingin mencari artikel lainnya, silakan gunakan fitur pencarian yang ada pada blog ini:



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perilaku Menyimpang Itu Seperti Apa?"

Post a Comment

=> Silakan Berkomentar Sesuai Artikel yang Dibaca
=> Komentar yang Tidak Sesuai Tidak Akan Dipublish