Pekan Kondom Nasional = Legalitas Seks Bebas di Indonesia

Saat Mendengar Khotib Jumat tadi, tiba-tiba tangan gua merasa gatal untuk mengambil salah 1 Buletin Jumat yang beredar. Judulnya: "Pekan Kondom Nasional : Negara Sponsori Seks Bebas"
Heboh pekan kondom nasional selama 1 minggu yang dimulai dari tanggal 1 sampai 7 Desember mengusik nurani saya. Bagimana tidak, wacana yang dicanangkan menteri kesehatan, Nafsiah Mboi sama saja artinya Melegalkan Seks Bebas di Indonesia. Memang awalnya dijadikan sebagai salah satu agenda untuk memperingati Hari AIDS Sedunia.
Nah, dalam wacana terebut disebutkan bahwa Negara akan mebagikan Kondom Gratis, Pekan Kondom Nasional ini diberi tema, "Protect yourself, Protect your partner". Orang tak paham bahasa inggris pun mengartikan Lindungi dirimu, lindungi pasanganmu.

Artinya? ya begitulah kalau mau ngeseks, harus saling melindungi. Pakai Kondom. namun tahukah kita bahwa, Tidak ada satu agamapun yang melegalkan seks bebas. maka apakah kita masih ikut mendukung program ini.
Fakta lainnya:
Dalam konferensi AIDS sedunia di Chiang Mai, Thailand. Disebutkan bahwa Penggunaan kondom saat berhubungan dapat menghindari penularan AIDS = TIDAK BENAR. Kondom yang terbuat dari bahan Lateks mempunyai Pori-pori dengan diameter 1/60 mikron dalam keadaan tidak meregang, sedangkan bila dalam keadaan meregang lebarnya pori-pori tersebut mencapai 10 kali. Sementara kecilnya virus HIV berdiameter 1/250 mikron. Dengan demikian jelas bahwa virus HIV dapat dengan leluasa menembus pori-pori kondom.
Fakta selanjutnya:
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Biran Affandi (2000) menyatakan bahwa tingkat kegagalan kondom dalam Keluarga Berencana mencapai 20 persen. Hasil penelitian ini mendukung pernyataan dari Prof. Dr. Haryono Suyono (1994) bahwa kondom dirancang untuk Keluarga Berencana dan bukan untuk mencegah virus HIV/AIDS. Dapat diumpamakan bahwa besarnya sperma seperti ukuran jeruk Garut, sedangkan kecilnya virus HIV/AIDS seperti ukuran titik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegagalan kondom untuk program KB saja mencapai 20 persen, apalagi untuk program HIV/AIDS akan lebih besar lagi tingkat kegagalannya.
Nah, Sahabat semua, tidak ada yang aman loh kalau kita makai kondom. jadi tindakan salah jika tetap mencanangkan program itu. Seandainya program ini tetap berjalan sama saja
"INDONESIA MENSPOSORI SEKS BEBAS DENGAN PEMBAGIAN KONDOM GRATIS, SUNGGUH IRONIS DITENGAH AGAMA ISLAM YANG BESAR< ADA LEGALITAS SEKS BEBAS"
Jika Kamu masih ingin mencari artikel lainnya, silakan gunakan fitur pencarian yang ada pada blog ini:



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pekan Kondom Nasional = Legalitas Seks Bebas di Indonesia"

Post a Comment

=> Silakan Berkomentar Sesuai Artikel yang Dibaca
=> Komentar yang Tidak Sesuai Tidak Akan Dipublish