Kisah 4 Bocah Pemberani Gagalkan Kejahatan

Aksi kejahatan di Indonesia makin memprihatinkan. Para pelaku tak pandang bulu pada korban yang menjadi sasarannya. Pelaku kriminal juga tak segan menghabisi nyawa korbannya untuk mengaburkan tindakan mereka. Mirisnya lagi, terkadang tindakan kriminal itu terang-terangan dilakukan di tempat umum. Tapi apa yang dilakukan bocah-bocah ini patut diacungi jempol. Meski usianya masih sangat muda, mereka berani melawan dan menggagalkan aksi-aksi kriminal.

Entah apa yang mendasari keberanian mereka. Bisa jadi, aksi tokoh kartun pembasmi kejahatan menginspirasi bocah-bocah ini untuk menumpas pelaku kejahatan.

Berikut bocah-bocah pemberani yang berhasil menggagalkan perbuatan kriminal, yang dikutip dari berbagai sumber:
Uniknya, cara yang mereka lakukan tak seperti orang dewasa yang bergulat. Mereka punya cara tersendiri untuk melumpuhkan aksi para pelaku kriminal tersebut.

1. Bocah Arya Dilla Prawinsyah (10)

Usia Arya baru 10 tahun. Dia duduk di kelas dua salah satu Sekolah Dasar di Medan, Sumatera Utara. Pada Senin kemarin, dia hampir saja menjadi korban perampokan. Untung aksi itu berhasil digagalkan, bukan oleh orang lain melainkan dari keberanian Arya melawan dua orang rampok yang mengincarnya. Cerita keberanian Arya bermula ketika dia melintas di Jalan M Idris, Sei Putih Timur, Medan Petisah Medan. Ketika itu, dia mengendarai sepeda motor Honda Scoopy putih biru muda BK 2927 ACE milik abangnya.

Saat tiba di depan Gang Madrasah, kendaraannya dihentikan dua pria berjalan kaki. Dua pria ini belakangan diketahui bernama Ferdi Armen Tampubolon, warga Pringgan, dan Ruben Hutajulu, warga Helvetia. Setelah dihentikan, Ruben membekap mulut Arya. Bocah kelas 2 SD Hang Tuah II, Jalan Titi Papan, ini kemudian didorong jatuh dari sepeda motornya. Ferdi mengambil alih kemudi sepeda motor yang dibawa Arya. Ruben pun sigap duduk di boncengan. Mereka kemudian melaju.

Tapi, Arya tidak begitu saja menyerahkan sepeda motornya. Saat kedua pelaku mencoba pergi, dia mengejar dan memegangi besi yang ada di belakang kendaraan. Bocah itu sampai terseret jatuh. Bocah ini terus mengejar. Beberapa puluh meter dari lokasi perampasan pelaku melambat, karena melintasi polisi tidur. Arya pun mengambil batu dan melemparkannya. Kepala Ruben terkena lemparan. Sepeda motor rampasan itu pun oleng. Setelah keduanya jatuh, warga sekitar lokasi yang melihat kejadian itu langsung membantu Arya dan menangkap pelaku. Setelah dipukuli, Ferdi dan Ruben pun diserahkan ke petugas Polsekta Medan Baru yang tiba di lokasi kejadian.

2. Bocah Rizki (10)

Bocah superhero lainnya bernama Rizki (10). Dia berhasil menggagalkan pencurian di rumahnya di Desa Suka Bandung, Kecamatan Kaur Selatan, sekitar beberapa bulan lalu. Saat itu Rizki baru pulang dari sekolahnya di SDN 01 Kaur Selatan. Sementara kedua orang tuanya masih bekerja. Setibanya di rumah, Rizki kaget melihat beberapa orang asing ada di dalam. Si pelaku yang juga kaget dengan kedatangan Rizki langsung menyekap mulut bocah itu dengan kain sarung dan tangannya diikat.

Lucunya, pelaku tak mengikat kaki Rizki. Kondisi demikian dimanfaatkan Rizki untuk kabur lewat pintu belakang dan minta pertolongan. Dia sengaja berteriak-teriak di depan rumahnya untuk mengundang perhatian warga. Mendengar teriakan korban, pelaku kaget ternyata korban yang disekapnya bisa lolos ke luar rumah. Pelaku memilih langsung kabur, tapi dia bingung lewat mana. Melihat pintu belakang masih terbuka setelah dilalui Rizki, pelaku memilih lewat jalan yang sama. Pelaku meninggalkan sendal jepit.

3. Bocah Ayu (7)

Kali ini menumpas kejahatan cilik adalah Meina Ayu Fitriyani (7). Dia berhasil menggagalkan perampokan di Toko Genteng Bumi Kukuh Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Kota Tegal. Peristiwa perampokan itu terjadi siang bolong sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu suasana sedang sepi karena warga sekitar dan sejumlah pelayan toko sedang menunaikan salat Jumat. Tiba-tiba toko yang dijaga Ayu bersama neneknya kedatangan seorang pria yang terlihat akan membeli genteng. Pria itu pun sempat melakukan penawaran.

Tapi belum sempat terjadi kesepakatan harga, pria bertumbuh kekar itu membekap dan mencekik leher nenek Ayu. Selain itu, pelaku juga menodongkan pisau lipat sepanjang 10 cm . Melihat keselamatan jiwa neneknya terancam, Ayu kabur melalui salah satu pintu toko dan berlari ke luar. Selanjutnya, ia pun berteriak-teriak minta tolong kepada orang yang lewat. Mengetahui hal itu, pelaku melarikan diri tanpa sempat membawa hasil jarahan. Sementara itu, baik warga maupun orang yang mendengar teriakan Meina segera berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka kemudian mengejar pelaku, yang akhirnya dapat ditangkap 200 meter dari lokasi kejadian. Massa yang merasa jengkel akhirnya memukuli pelaku hingga babak belur. Kemarahan warga bisa diredam setelah petugas Polsek Sumurpanggang tiba di lokasi kejadian dan mengamankan pelaku.

4. Bocah Jae Hun (13)

Seorang bocah SMP melakukan perlawanan saat rumah orangtuanya disatroni rampok. Meski ditodong pisau, anak berusia 13 tahun itu nekat berteriak sekeras-kerasnya. Jeritannya membuat kawanan penjahat berhamburan melarikan diri. Peristiwa itu terjadi di Perumahan Citra 2, Kelurahan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. Saat itu, Jae Hun, sendirian menonton televisi di lantai dua rumahnya.

Tiba-tiba ada tiga pria tak dikenal masuk rumahnya. Belum sempat teriak, seorang bandit membekapnya. Ia ditodong pakai pisau. Tanpa takut, dalam gerak cepat, bocah itu menggelengkan kepala hingga bekapan itu terlepas. Jae Hun langsung berteriak meminta tolong. Mendengar jeritan Jae Hun, ayah dan sejumlah tetangga langsung mendatangi asal teriakan. Panik, tiga bandit berupaya kabur. Tapi di depan rumah, mereka harus berhadapan dengan warga. Dua pelaku lolos dari kepungan sedang seorang lainnya yang membawa pisau dan tali plastik langsung dibekuk satpam setempat.




Jika Kamu masih ingin mencari artikel lainnya, silakan gunakan fitur pencarian yang ada pada blog ini:



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah 4 Bocah Pemberani Gagalkan Kejahatan"

Post a Comment

=> Silakan Berkomentar Sesuai Artikel yang Dibaca
=> Komentar yang Tidak Sesuai Tidak Akan Dipublish