Resep Berhenti Merokok dan Menghentikan yang Merokok

Bagi para perokok, Merokok bukan hanya sekedar gengsi. Merokok bahkan merupakan sebuah hal primer seperti makan dan minum. Bahkan bagi perokok, hal yang pertama kali dicari pada saat bangun tidur adalah rokok. Sudut pandang ini yang seringkali berbeda antara para perokok dengan yang tidak merokok.

Diskusi yang sering terjadi antara para perokok dengan orang-orang yang intensif dalam mengkampanyekan anti rokok yang notabene bukan perokok sering kali tidak pernah mendapatkan titik temu. Seberapapun kuat argumentasi yang dibawa oleh agent dalam mengkampanyekan anti rokok, dan sebarapapun ilmiah penjelasannya tetap akan membentur batu karang. Cara pandang para perokok atas rokok itulah yang menjadi batu karangnya. Bukan solusi yang didapat, malah pertengkaran yang terjadi.

Pemahaman penulis terhadap para perokok terhadap rokok di dasarkan pada pengalaman pribadi. Penulis dari tahun 2004 sampai 2009 termasuk perokok berat. Juli 2005 pernah mencoba mau berhenti, namun sayang penulis hanya berhenti dalam waktu satu bulan saja. Sisanya penulis menjadi perokok yang lebih akut dari sebelumnya. Penulis bisa menghabiskan 4 bungkus rokok dalam sehari. Oh iya, dan itu bukan rokok “putih” yang rendah nikotin.

2009 penulis memutuskan untuk berhenti merokok. Ternyata berhenti merokok tidak sesulit yang di gambarkan orang dan yang penulis bayangkan sebelumnya. Berhenti merokok itu sangat mudah. Untuk berhenti merokok penulis hanya cukup satu hal saja; niat yang bulat.
Dalam tulisan ini penulis ingin berbagi kepada 2 subjek pembaca.

1. A. Perokok yang ingin berhenti merokok
a. Niat
Tekad yang bulat untuk berhenti adalah hal pertama dan utama. Bahkan sebetulnya tidak perlu ada ada tips lain. Niatnya bulat sudah cukup untuk memberhentikan kecanduan merokok. Contohnya bagi umat Islam, mereka mampu tidak merokok di siang hari saat berpuasa. Niat adalah yang pertama, tips-tips yang lain akan tidak berguna kalau tidak ada niat yang bulat.
b. Olahraga
Sebetulnya para perokok tidak merokok setiap detik, setiap menit atau setiap jam. Tapi ada waktu-waktu tertentu. Selain setelah makan, biasanya mereka merokok saat melamun atau waktu kosong. Olahraga adalah salah bentuk mengisi waktu agar bermanfaat.
c. Cemilan
Para perokok akan merokok saat merasa mulutnya “asam”. Kondisi seperti ini menjadikan mulut mereka terasa tidak nyaman dan rokok adalah penawarnya. Nah untuk mengantipasi mulut “asam” tersebut maka sediakan cemilan pengganti rokok, seperti permen.
d. Komunitas
Untuk pemula yang ingin menyetop kebiasaan merokok ada baiknya menghindari komunitas perokok.
Sekali lagi, poin b sampai d sama sekali tidak bermanfaat kalau tidak ada niat yang bulat.

2.B.  Orang-orang yang mengkampanyekan anti rokok
a. Merubah pola pikir
Menurut hemat penulis, langkah pertama yang perlu dilakukan oleh yang mengkampanyekan anti rokok –penulis sebut agent- terhadap perokok adalah merubah pola pikir mereka terhadap rokok. Namun dalam melakukan dialog, seyogyanya para agent masuk melalui sudut pandang perokok. Sulit memang, karena candu seperti agama. Namun percayalah! Kalau berhasil dalam merubah pola pikir perokok tentang rokok, maka itu sudah cukup. Mereka yang akan berhenti sendiri.
b. Metode nyata
Mereka memberikan langkah-langkah nyata dalam menghindari rokok. Bahkan menyediakan tempat atau waktu membatu menghentikan kecanduan mereka.
c. Data-data ilmiah
Diskusi dengan data yang ilmiah melalui berbagai pendekatan; kesehatan, sosial, bahkan agama sangat membantu merubah pola pikir mereka terhadap rokok.


Jika Kamu masih ingin mencari artikel lainnya, silakan gunakan fitur pencarian yang ada pada blog ini:



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Resep Berhenti Merokok dan Menghentikan yang Merokok"

Post a Comment

=> Silakan Berkomentar Sesuai Artikel yang Dibaca
=> Komentar yang Tidak Sesuai Tidak Akan Dipublish