Komentar Standar Juri-Juri Ajang Pencarian Bakat

Masyarat Indonesia emang nggak pernah kehabisan bakat. Buktinya, ajang pencarian bakat, khususnya nyanyi, selalu rame audisinya tiap tahun. Bisa nyampe jutaan bahkan milyaran peserta. Dan itu semua baik bagi semua orang (kecuali mereka yang nggak lolos). Pesertanya jadi beken, acaranya naik rating, iklannya laris manis, kita yang nonton acara itu juga kayaknya hepi-hepi aja. Cuma yang jadi masalah adalah jurinya. Tiap minggu ngeluarin komen itu-itu aja. Bahkan yang nggak penting juga ada. Berikut gue kasih tau komentar-komentar nggak penting dari juri.

1. Pesannya Nggak Nyampe
“Pesannya ga nyampe” adalah komentar juri yang paling sering kita dengar. Biasanya ini jurus juri cewek yang emosinya tidak tergugah ketika dengar kontestan nyanyi. Si kontestan nyanyi lagu bahasa Inggris, juri ga ngerti bahasa Inggris. Mana bisa pesannya nyampe, ‘kan? Lagipula siapa yang peduli pesannya nyampe apa nggak. Gangnam Style, misalnya. Psy nyanyi pake bahasa korea. Emang kita ngerti? Ya nggak lah. Yang penting kita semua terhibur. Itulah inti dari menyanyi.

2. Kamu Lebih Baik Dari Penyanyi Aslinya
Kadang juri terlalu berlebihan ngasih komentar. Misalkan ada kontestan nyanyi lagu All By My Selfnya Celine Dion, terus dia nyanyinya bagus, dan juri suka banget, sampe nangis malah, akhirnya ngasih komentar “Suara kamu lebih bagus dari penyanyi aslinya”. Entah hanya memuji atau memang benar. Tapi mana mungkin penyanyi amatiran dibanding-bandingkan sama penyanyi yang jam terbangnya udah tinggi, kemampuan vocalnya udah tingkat dewa, honornya udah gede , lagu-lagunya bagus. Nggak mungkin.

3. Kamu Bisa Jauh Lebih Baik Dari Ini
Kontestan nyanyinya udah bagus, dapat komentar positif dari juri-juri, tapi kok ada satu juri yang nggak muji. Ok, gue kasih tau. Juri satu ini emang benci sama kontestan tersebut, atau sirik sama suaranya. Padahal dia pengen muji, tapi mikir dulu, dan karena takut harga dirinya terinjak-injak ngasih komen bagus ke kontestan yang dibenci, akhirnya ngasih komentar “Aku tau, kamu punya kemampuan. Lagu ini ga ada apa-apanya buat kamu. Padahal kamu bisa jauh lebih baik dari ini”.

4. Udah Keduluan Sama Juri Lain
Males ngomong, nggak bisa menilai, atau pengen makan gaji buta, juri yang ngasih komentar di atas emang nyebelin banget. Padahal dia dibayar untuk berkomentar. Mentang-mentang yang paling ujung ngasih komen, ngomong seenaknya. Contoh : “Padahal pengen ngomong itu juga tadi, cuman udah keduluan sama dia (juri lain)”. Biasanya juri kaya gini Cuma bertahan satu season. Tahun depan udah nggak ada lagi.

Melihat komen-komen juri di atas, kayaknya nggak perlu modal jadi penyanyi atau karya yang bagus untuk menjadi juri. Semua orang bisa jadi juri ajang pencarian bakat, asalkan punya komen-komen nggak penting dan membuat kontestan ngangguk-ngangguk di atas panggung. Nah, kalau kamu juga punya komentar yang nggak penting, silahkan isi kolom komentar di bawah ya.

Sumber
Jika Kamu masih ingin mencari artikel lainnya, silakan gunakan fitur pencarian yang ada pada blog ini:



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Komentar Standar Juri-Juri Ajang Pencarian Bakat"

Post a Comment

=> Silakan Berkomentar Sesuai Artikel yang Dibaca
=> Komentar yang Tidak Sesuai Tidak Akan Dipublish