Bokek? Sederhana Itu Jenius, Laksanakan RPP

ADALAH hal yang lumrah bagi mahasiswa apabila mengalami penyakit kanker alias kantong kering di akhir bulan. Pun, saat memasuki pergantian semester, begitu banyak buku yang wajib dibeli, biaya praktikum, belum lagi biaya kehidupan sehari-hari: makan, bayar listrik kos, dan lain-lain. Kondisi demikian diperparah dengan terlambatnya kiriman orangtua di kampung, seraya uang di dompet dan celengan habis. Sungguh, itulah saat-saat paling menggetirkan dari kehidupan sekaligus menjadi renungan bahwa itulah selemah-lemahnya perjuangan serta proses untuk lebih mandiri.

Lantas haruskah kita mengeluh yang betapa? Sepertinya, refleksi perlu dihadirkan pada setiap fragmen kehidupan. Mengapa demikian? Contohnya, ketika uang jajan begitu cepat habis, padahal orangtua baru kemarin mengirimkan uang. Nah, kita perlu refleksi dan menegur diri. Sudah betulkah uang yang dikirim orangtua digunakan pada hal yang benar-benar lebih utama atau hanya untuk mencukupi keperluan semata bukan kebutuhan.

Untuk lebih mendisiplinkan pengeluaran (belanja) atau menghemat agar tidak terjadi penyakit kanker, maka kita perlu menyusun Rancangan Pengeluaran Per bulan (RPP). Di awal bulan cobalah merancang pengeluaran mulai pengeluaran hari pertama sampai akhir bulan. Rincikan hal-hal yang memang benar-benar lebih utama harus dibayar atau dibeli. Utamakan membeli perlengkapan kuliah. Tahanlah sedikit keinginan untuk membeli hal-hal yang tidak terlalu penting atau yang kesannya menghamburkan.

Setelah merancang hal-hal yang dibutuhkan, mungkin uang yang dikirm orangtua masih ada sisanya. Hal yang tidak ada dalam RPP, tidak perlu dibeli. Nanti jika ada sisa uangnya, baru digunakan untuk belanja keperluan. Sisa uang yang masih ada, baiknya dibagi dua. Setengah untuk digunakan untuk hal-hal yang diinginkan (menggoda mata) dan setengah lagi simpan di celengan (menabung).  Jika suatu hari, ada keperluan yang mendadak, kita tinggal membuka celengan, tidak perlu menghubungi orangtua, atau boleh saja tetapi hanya meminta sebagai tambahan, ketimbang orangtua yang harus menanggung semua.

Dengan RPP pengeluaran kita lebih terarah, lebih hemat. Sedikit mengurangi beban orangtua. Jadi, jangan selalu turut terhadap nafsu. Bukankah hidup “sederhana” itu lebih menyenangkan? Kata teman saya, “Sederhana itu jenius”.

Arini Suastika
Mahasiswi Fakultas Bahasa dan Sastra
Universitas Negeri Makassar (UNM)
Jika Kamu masih ingin mencari artikel lainnya, silakan gunakan fitur pencarian yang ada pada blog ini:



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bokek? Sederhana Itu Jenius, Laksanakan RPP"

Post a Comment

=> Silakan Berkomentar Sesuai Artikel yang Dibaca
=> Komentar yang Tidak Sesuai Tidak Akan Dipublish