Fenomena Haji, Panggilan Pak Haji atau Bu Hajah

“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian sama sucinya seperti hari ini, di negeri ini, pada bulan ini. Sesungguhnya kaum mukmin itu bersaudara. Tidak boleh ditumpahkan darahnya. Tuhan kalian satu. Bapak kalian semuanya Adam dan Adam dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah SWT ialah yang paling takwa. Tidak ada kelebihan orang Arab di atas orang asing kecuali karena takwanya.”

Begitulah cuplikan pidato Rasulullah SAW beribu tahun yang lalu terhadap sahabatnya setelah melalui ritual ibadah haji. Pidato yang merupakan dekralasi atas kesamaan hak manusia di muka bumi ini. Tidak ada kaum yang lebih tinggi ataupun lebih rendah derajatnya. Semua sama di mata Allah SWT, yang membedakan hanya takwa.

kalau gua perhatikan, kebanyakan orang yang sudah menunaikan ibadah haji pada umumnya suka dipanggil dengan sebutan Pak Haji atau Bu Hajah. wah... berabe nih..... ilmu gua yang masih dikit atau gua musti bilang wow.... kalau gua pikir-pikir dan gua baca-baca, kayaknya nggak ada dalilnya deh sob..

Begini Sobat, menurut gua sih panggilan pak haji atau bu hajah adalah gelar yang diberikan oleh masyarakat sebagai bentuk penghargaan kepada orang yang sudah melaksanakan ibadah haji. Tidak ada dalil yang mengatakan bahwa orang yang sudah berhaji harus dipanggil Pak Haji atau Bu Hajah. Maka dapat disimpulkan bahwa panggilan tersebut lebih bersifat budaya atau kebiasaan masyarakat setempat dan tidak ada kaitannya dengan agama.

Prinsipnya, kalau panggilan itu diniatkan untuk hal positif, maka boleh saja dilakukan. Tapi, kalau panggilan haji atau hajah itu hanya sebagai simbol status yang membuat orang yang dipanggil demikian menjadi angkuh, takabur, merasa diri lebih dari kebanyakan orang, maka jelas ini sebuah kekeliruan.

Sedikit cerita nih sob, pada tanggal 18 Nopember 2012 lalu, ada acara Seminar Nasional di kampus gua. kebetulan ketua jurusan Biologi kami baru saja menunaikan ibadah haji. otomatis  saat pemanggilan nama beliau ada embel-embel H (hajinya). nah saat itu beliau nyeletuk: mengapa selesai ibadah haji selalu ada embel-embel atau gelar H di awal nama... Haji kan urutan terakhir dalam rukun islam jadi mengapa saat Syahadat, Sholat, Puasa, dan Zakat tidak disebutkan..??

Nah, kalau mengikuti hal tersebut gelar gua adalah S. S. P. Ahmad Fadli atau Syahadat, Sholat, Puasa, Ahmad Fadli... soalnya gua belum bayar zakat dan Haji bro... :-)

Intinya gini aja sob, bagi sobat atau bapak dan ibu yang sudah berhaji boleh mencantumkan huruf H di depan nama boleh juga tidak. Kalau mencantumkan huruf H sebelum nama dapat menjadi sarana untuk memagari diri dari perbuatan dosa dan maksiat serta sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan amal shaleh, maka pencantuman huruf H atau gelar haji/hajah itu merupakan sesuatu yang bagus.

Tapi kalau pencantuman huruf H tersebut membuat kita menjadi sombong, takabur, merasa diri lebih baik dari orang lain, maka hal itu sebenarnya merupakan sesuatu yang tercela. Oleh karena itu, luruskanlah niat, luruskanlah hati. Panggilan haji atau hajah itu harus menjadi motivasi dalam berbuat kebajikan.

Selesai
Padang, 19 Nopember 2012 
Jika Kamu masih ingin mencari artikel lainnya, silakan gunakan fitur pencarian yang ada pada blog ini:



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fenomena Haji, Panggilan Pak Haji atau Bu Hajah"

Post a Comment

=> Silakan Berkomentar Sesuai Artikel yang Dibaca
=> Komentar yang Tidak Sesuai Tidak Akan Dipublish