Untuk Para Galauers

Mengingat hidup berbau mati
Saat menyeberang jalan
Entah kapan sampai di akhir binasa
Terserat dalam belantara hina dunia jahiliyah
Gelap, Sepi, Rapuh, dan gersang
Membutai rona hati yang hidup
Hapuskan angan
Hidup menua dalam neraka dunia
Jalan suci kebaikan masih tersenyum menanti
Meski berserak duri dan kerikil

nn: Puisi seseorang yang entah apa artinya
Jika Kamu masih ingin mencari artikel lainnya, silakan gunakan fitur pencarian yang ada pada blog ini:



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Untuk Para Galauers"

Post a Comment

=> Silakan Berkomentar Sesuai Artikel yang Dibaca
=> Komentar yang Tidak Sesuai Tidak Akan Dipublish