Superclassis Pisces

Berdasarkan klasifikasi menurut Romer (1959), maka kedudukan kategori tingkat takson superclassis Pisces terdiri atas tiga classis utama yaitu Agnatha, Chondricthyes dan Osteichthyes
Classis Agnatha
Ciri-ciri Classis Agnatha
1. Mulut tanpa rahang
2. Tubuh gilig (silindris)
3. Tubuh halus tanpa sisik
4. Rangka tubuh dari tulang rawan
5. Tidak memiliki sirip berpasangan
6. Cekung hidung hanya satu, terdapat pada bagian medial
7. Insang terletak dalam kantung insang dengan celah insang disisi lateral tubuh (Herman Munaf. 2006 : 26-27)
Yang termasuk dalam classis Agnatha terdiri atas Ostracoderma yang merupakan Agnatha purba yang telah punah. Sedangkan yang masih hidup hanya terdiri atas satu subclassis yaitu Cyclostomata. Cyclostomata ini memiliki tubuh yang bulat atau silindris, bagian ekor pipih, mulut memiliki alat menempel dengan gigi zat tanduk, kulit tanpa sisik dan memiliki kelenjar mukosa. Selain itu pada daerah kiri dan kanan faring memiliki 6-14 pasang insang, memiliki sepasang ren yang mempunyai saluran urogenitalis, otak berkembang baik, suhu tubuh tergantung lingkungan dan memiliki sebuah gonad tanpa besar tanpa saluran, dimana pembuahan terjadi di luar tubuh. Kelas ini memiliki dua ordo yaitu Petromizontia dengan contoh Petromizon marinus dan Myxinoidea dengan contohnya Polisterma stouti. (Maskoeri Yasin. 1992: 35-41)
Classis Chondricthyes
Vertebrata kelas Chondrichthyes ini disebut dengan ikan bertulang rawan karena memiliki endoskleton yang relatif lentur yang terbuat dari tulang rawan dan bukan tulang keras. Namun, pada sebagian besar spesies, beberapa bagian kerangka diperkuat oleh butiran kalsium. (Neil A. Campbell. 2003: 255)
Berikut merupakan ciri-ciri Chondrichthyes
1. Rangka tulang rawan
2. Ada yang bersisik, ada yang tidak bersisik
3. Celah insang ada satu pasang, lima pasang dan tujuh pasang
4. Letak celah insang lateral dan ventral
5. Mulut terletak pada sisi ventral
6. Ada yang mempunyai spirakulum dan ada yang tidak
7. Sirip berpasangan
8. Tidak memiliki gelembung udara
9. Ada yang tidak memiliki kloaka dan ada juga yang punya
10. Alat kelamin luar, jantan memiliki alat kelamin yang disebut clasper
11. Lubang hidung sepasang (Herman Munaf. 2006 : 30)

Kelas Chondrichthyes memiliki dua subclassis yaitu Elasmobranchii dan Hallcepalii.
a. Subclassis Elasmobranchii
Subclassis Elasmobranchii terdiri atas Squaliformes dan Rajiformes. Contoh dari Squaliformes adalah Squalus achanthias dan Rajiformes adalah Raja erinacca. Pada Squaliformes terdapat celah insang pada sisi lateral dan bagian sisi depan sirip dada tidak berlekatan dengan bagian lateral. Sedangkan Rajiformes, celah insang terdapat pada sisi bawah dan bagian sirip depan dengan sirip dada berlekatan pada bagian lateral kepala. Namun kedua ordo sama memiliki celah insang 5-7 pasang dan spirakulum serta kloaka.
b. Subclassis Halochepalii
Kelas ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) Celah insang sepasang pada sisi lateral
2) Tidak memiliki spirakulum
3) Tidak memiliki sisi plakoid
4) Anterior sirip dada tidak melekat pada lateral kepala
5) Terdiri dari ordo Chimaeriformes dengan contoh Chimaera montrosa (Herman Munaf. 2006 : 30-31)

Classis Osteichthyes
Osteichthyes merupakan bagian dari superclassis Pisces. Dalam bahasa Yunani Osteichthyes berasal dari bahasa Yunani yaitu oste berarti keras dan ichthyes berarti ikan. Sehingga ciri utama dari kelas ini adalah hewan yang memiliki tulang yang keras. Berikut akan diuraikan lebih lanjut mengenai ciri classis Osteichthyes dan klasifikasinya serta contoh pada tingkat ordo.
Ciri-ciri Classis Osteichthyes
1. Rangka dari tulang sejati.
2. Mulut pada ujung moncong.
3. Sirip berpasangan.
4. Cekungan hidung (fovea nasalis) satu pasang dan umumnya tidak bermuara dalam rongga mulut.
5. Jenis sisik cycloid, stenoid, ganoid dan rhomboid.
6. Memiliki gelembung renang (peneumatocist).
7. Kulit banyak mengandung kelenjar mukosa biasanya diliputi oleh sisik.
8. Cor terdiri atas dua ruangan.
9. Pernafasan dilakukan dengan beberapa pasang insang yang terletak pada archus branchius yang berada dalam ruangan celah insang pada tepi samping pharynx yang tertutup oleh operculum.
10. Terdapat 10 pasang nervis cranialis.
11. Suhu tubuh tergantung pada lingkungan sekitar.
12. Memiliki sepasang gonad (Maskoeri Yasin. 1992: 49-50)

Bila dilihat kembali secara anatomi sirip ekor dibedakan atas 4 yaitu tipe Protocercal,
Diphicercal, Homocercal dan heterocercal. Sirip ini pada ikan berfungsi untuk mempertahankan kesetimbangan dalam air untuk berenang. (Maskoeri Yasin. 1992: 52-53)
Secara morfologi, sirip ikan dapat dibedakan atas sirip dorsal, sirip pectoral, sirip ventral, sirip anal dan sirip caudal.
Pada ikan juga terdapat sisik dengan tipe yaitu:
1) Sisik sikloid, yaitu sisik pertumbuhan berlangsung dengan membentuk lingkaran tambahan yang konsentris.
2) Sisik stenoid, yaitu sisik yang berbentuk sisir.
3) Sisik ganoid, yaitu sisik yang berbentuk belah ketupat di tengah.
4) Sisik plakoid yaitu sisik yang terbentuk dari penebalan pada bagian-bagian dari kulit yang keras dengan bentuk yang tidak menentu. (Tim Taksonomi Hewan 2. 2006: 3-6)

Klasifikasi Classis Osteichthyes dan Contoh Pada Tingkat Ordo
Classis Osteichthyes mempunyai tiga subclassis yaitu Sarcoptergii, Branchiopterygii danActinoptergii.
a. Subclassis Sarcpoterygii
Ciri-cirinya :
1. Sirip-sirip yang berpasangan mempunyai pangkal berdaging, bagian itu didalamnya disokong oleh elemen-elemen tulang yang kuat.
2. Fovea nasalis ada yang bermuara dalam mulut dan ada yang tidak.

Subclassis Sarcopterygii terdiri atas dua ordo yaitu ordo Coelacanthifoemes (Crassopterygii) dan Dipteriformes (Dipnoi).

1). Ordo Coelacanthifoemes (Crassopterygii)
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Elemen-elemen tulang dalam pangkal sirip mempunyai elemen-elemen tulang pada tangkai tetrapoda (ada scapula, humerus, radius, ulna dan carpalia).
2. Lubang hidung bermuara dalam rongga mulut.
3. Contoh spesies Latimera chalumae dan Latimera menadoensis.

2). Ordo Dipteriformes
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Ikan berparu-paru.
2. Sisik bermodifikasi menjadi tulang-tulang dermal yang menutup kepala, rahang dan
3. lengkung dada.
4. Sisik bertipe sikloid.
5. Mempunyai tutup insang.
6. Mempunyai gelembung udara.
7. Mempunyai kloaka.
8. Contohnya: Neoceratodus, Lepidosiren dan protopterus.

B. Subclassis Branchiopterygii
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Sisik tebal berbentuk rhomboid.
2. Pangkal sirip menyempit, tertutup oleh sisik.
3. Sirip punggung tersusun atas delapan atau lebih lembaran sirip yang diperkuat oleh
4. adanya satu spina.
Subclassis Branchiopterygii hanya terdiri satu ordo yaitu ordo Polyteriformes dengan ciri-ciri mempunyai sirip yang banyak (sesuai dengan namanya). Contohnya Polyterus bichir.
c. Subclassis Actinopterygii
Subclassis ini merupakan kelompok ikan yang hidup pada zaman sekarang.
Berikut ciri-ciri subclassis Actinopterygii:
1. Sirip yang berpasangan, tidak memiliki pangkal yang menonjol ditubuh, sehingga lembar sirip yang ada diluar tubuh hanya disokong oleh jari-jari sirip.
2. Sisik-sisik umumnya tilakoid/ganoid.
3. Ekor bertipe homocercal/bicercal.

Subclassis Actinopterygii terdiri atas 15 ordo, berikut akan disajikan ciri-ciri dari tiap ordo
dan contoh spesiesnya.
1). Ordo Acipenseriformes
a) Tubuh tertutup oleh lima baris kepingan tulang.
b) Moncong panjang/memanjang.
c) Ekor heterocercal.
d) Contohnya Aciper oxyrhynchus

2). Ordo Amiiformes
a) Sirip ekor termasuk dipehichercal pendek.
b) Dalam pangkal sirip terdapat tulang radius yang berlekatan dengan scapulacoracoid.
c) Contohnya Amia calva yang panjang tubuhnya sampai 1 meter.

3). Ordo Lepidossteiformes
a) Sisik ganoid.
b) Moncong yang panjang.
c) Lubang hidung pada ujung moncong.
d) Sirip ekor diphicercal pendek.
e) Contoh Lepidosteus ossens memiliki panjang 1,5 m.

4). Ordo Clupeiformes
a) Sisik sikloid.
b) Sirip ekor homocercal.
c) Sirip dubur dan sirip punggung tanpa spina.
d) Contohnya Clupea harengus.

5). Ordo Scopeliformes
a) Sirip dorsal dua buah.
b) Mulut besar banyak mengandung gigi-gigi.
c) Punya alat penerangan karena hidup didasar laut.
d) Contohnya Harpodon nehereu.

6). Ordo Cypriniformes
a) Mempunyai gelembung udara yang berhubungan dengan esophagus, sehingga ikan ini bersifat sebagai physostomi. Jika gelembung udara tidak berhubungan dengan esophagus
b) maka sifatnya adalah physoclysti.
c) Sirip-sirip tanpa spina atau jika ada hanya satu buah, baik pada punggung maupun dada.
d) Sirip perut terletak didaerah abdomen
Kelompok ini memiliki dua subordo yaitu Cyprinoidea dan Siluroidea
a). Subordo Cyprinoidea
1.Bersisik.
2.Sekitar mulut ada tentakel atau tidak.
3.Vertebrata ketiga dan keempat tidak berlekatan.
4.Contohnya Cyprinus carpio (ikan mas).

b). Subordo Siluroidea
1.Tidak bersisik.
2.Sekitar mulut ada sungut atau tentakel dalam jumlah yang banyak.
3.Vertebrata ke-2,3 dan 4 bersatu.


7). Ordo Anguiliformes
a) 1.Tubuh memanjang dan silindris dengan ekor pipih bilateral.
b) 2.Sirip punggung, sirip dubur panjang dan sempit, bertemu dibagian belakang.
c) 3.Mempunyai satu pasang (lebih) sirip dada.
4. Semua sirip yang ada tanpa spina.
d) 5.Contohnya Anguila bicolor (ikan sidat) dan Anguilla rosrata yang panjangnya mencapai 120 cm.

8). Ordo Beloniformes
a) Tubuh agak memnjang dan pipih.
b) Sisik sikloid.
c) Sirip tanpa spina.
d) Sirip perut juga terletak abdominal.
e) Diantara anggota yang ada yang dapat digunakan untuk terbang diatas permukaan air seperti ikan terbang (Exocoetus pecilopterus).

9). Ordo Syngnathiformes
a) Rahang atas dan rahang bawah bersatu membentuk bangunan seperti buluh.
b) Sisik berupa cincin tulang.
c) Mulut terletak diujung moncong yang seperti buluh itu.
d) Contohnya adalah Hippocampus sp. (kuda laut).

10). Ordo Oppicephaliformes
a) Kepala pipih dorsoventral.
b) Sisik sikloid dan relatif besar.
c) Gelembung renang sangat panjang.
d) Insang mempunyai bangunan tambahan yang mampu mengambil oksigen dari udara
e) seperti ikan gabus (Ophicephalus striatus) yang sering muncul dipermukaan air untuk
f) menyerap udara.

11). Ordo Synbranchiformes
a) Celah insang tunggal dan terletak di sisi ventral.
b) Tubuh memnjang, silindris dan makin kearah kaudal makin kecil.
c) Tidak memiliki sirip dada. Hal ini merupakan ciri sekunder dan bukan kemunduran, karena
d) hidup dalam lumpur tidak memerlukan sirip dada. Bila sirip dada ada maka akan
e) mengganggu.
f) Tidak mempunyai sisik.
g) Sirip dorsal, ekor dan dubur bersatu.
h) Contohnya pada belut (Monopterus albus).

12). Ordo Perciformes
a. Memiliki sirip punggung dua buah.
b. Sirip mempunyai spinae.
c. Sirip perut didaerah dada (pectoral).
d. Contohnya Perca flavesceus.


13). Ordo Pleuronectiformes
a) Bentuk tubuh pipih dorsoventral.
b) Mata terletak pada sisi dorsal.
c) Mulut pada salah satu tempat bagian samping.
d) Contohnya adalah Cynoglossus lingua dan Hippoglossoides platessoides (ikan plat).

14). Ordo Echeneiformes
a) Termasuk ikan kecil.
b) Sirip punggung dua buah, sirip depan mengalami modifikasi menjadi alat pelekat untuk melekat pada ikan lain (terbentuk simbiosis komensalisme).
c) Contohnya Echeneis nanocrates dan ikan Remora.

15). Ordo Tetraodontiformes
a) Sisik mengalami modifikasi menjadi bangunan seperti spina.
b) Dinding tubuh berupa lempeng tulang.
c) Celah insang kecil, Contohnya Tetrodon sp.
Jika Kamu masih ingin mencari artikel lainnya, silakan gunakan fitur pencarian yang ada pada blog ini:



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Superclassis Pisces"

Post a Comment

=> Silakan Berkomentar Sesuai Artikel yang Dibaca
=> Komentar yang Tidak Sesuai Tidak Akan Dipublish